Senin, 23 Mei 2011

CARI ILMU TENTANG "SENIOR" SAMPAI KE BALI

volunteer SENIOR CENTER
Bagaikan menerima durian jatuh (#sakit dong- hehehe) itulah peribahasa yang mungkin tepat untuk menggambarkan sebuah perasaan gembira. Bagaimana tidak, baru punya impian nih ceritanya, dan sering bergumam sendiri di dalam hati, kemudian sok pede di share kan ke suami, anak-anak dan beberapa teman tentang impian yang satu ini, yaitu "15 th lagi pengin punya kegiatan bersama eyang-eyang, entah apa bentuknya" (sebenarnya sih lebih cocok persiapan untuk diri sendiri, karena saat itu kalau masih diijinkan bernafas, usia sudah mencapai 50 th). Eh buanyak teman-teman yang merespon, bahkan yang sekarang masih pada berusia 40 th an, udah pengin pada daftar "buy 1 get 2" katanya. Salah satu pihak yang merespon dengan serius adalah Ashoka Indonesia, segera menelpon dan memberikan kesempatan untuk pelatihan "TOT Understanding Elderly Care" di Denpasar Bali, yang dipandu langsung oleh Prof Ni Luh Suryani dari  Suryani Institute.

Performance para SENIOR
Para SENIOR menari kecak
Segera tancap gas dan kontak teman-teman yang selama ini sudah berkecimpung di dunia ke "senior" an atau ada potensi bisa mengembangkan di daerahnya.Karena hanya dapat jatah pengembangan untuk wilayah Jateng DIY, maka terpilihlah 15 orang volunteer yang berangkat TOT ke Bali. Banyak hal yang kami pelajari diantaranya : Bagaimana memahami kesehatan para SENIOR, mulai dari kesehatan jiwa dan fisik. Bagaimana meng create sebuah kegiatan untuk para SENIOR sampai ke self healing. Kami diajak juga beraktivitas bersama para senior di Bali yang tergabung dalam Yayasan Wredha Sejahtera (YWS). Sungguh menakjubkan melihat semangat para "SENIOR", ada pak Made yang sudah berumur 90 th tetapi tetap energik bernyanyi dan mengarransemen lagu. (Ngomong-ngomong soal lagu, di kegiatan SENIOR ini kami jadi asyiik mempelajari lagu-lagu jadul, yang ternyata kalau dinyanyikan kembali bersama para SENIOR jadi terasa indah bangeet).

Kunjungan ke Forum Fair Trade Indonesia
Selain belajar ilmu ke SENIOR an, kami juga belajar tentang FAIR TRADE bagaimana seluk beluk memassarkan handy craft dengan sistem perdagangan yang manusiawi, mulai dari proses sampai penjualan. Mau tahu lebih lanjut silakan klik disini. Acara ini dipandu oleh pak Agung Alit (terima kasih ilmunya pak Agung, salut deh dengan perjuangannya) dari Mitra Bali. Mengapa menggeluti dunia SENIOR harus memahami sistem perdagangan dan proses pembuatan handy craft segala? karena kita ingin mengajak para senior untuk bisa berkegiatan dan produktif, sehingga masih terasa berguna dan mendatangkan manfaat untuk sekitarnya. Untuk itulah para volunteer harus memahami seluk beluk tentang hal ini.

Ketika memasuki dunia SENIOR, saya berpesan kepada teman-teman "Ayo ngaspal dalan suwargo" (ayo mengaspal jalan ke surga). Buat yang masih punya Ibu Bapak, segeralah berkegiatan dengan mereka sebagai sembah bakti kita terhadap ketulusannya mendidik kita selama ini, dan buat yang sudah tidak memiliki Ibu Bapak, abdikan diri kita agar bermanfaat bagi lingkungan sekitar khususnya para senior di sekitar kita.(sept-0511)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar