Jumat, 27 Mei 2011

SENIOR DAY

beraktivitas bersama antara anak-anak dan para senior


Berkumpul dan melakukan aktivitas bersama merupakan sarana ampuh bagi para SENIOR untuk memberikan makna bagi sisa hidupnya. Dihargai sebagai insan paripurna, dengan segala kematangan pengalaman, berbagi ilmu dengan yang muda, bersenang-senang dengan sesama usia, semangat dan gembira menyanyi bersama anak-anak adalah obat mujarab untuk memperpanjang usia.

Untuk itu kami mengajak Bapak/Ibu untuk memaknai SENIOR DAY (hari lansia) yang jatuh pada tanggal 29 Mei 2011 ini dengan sesuatu yang berbeda. Senior Center Lebah Putih bekerjasama dengan paguyuban Lansia Purbaya, akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan satu hari bergembira bersama para Senior.

Acara ini akan diselenggarakan besok pada :

Hari/tanggal                          : Ahad , 29 Mei 2011
Pukul                                     :  07.00 - 12.00 WIBB
Tempat                                  : School of Life Lebah Putih
                                              Jalan Sidomulyo Gg Sunan Bonang, RT 11 /RW 6 Ngawen Salatiga,
denah lokasi bisa dilihat di Wikimapia School of Life Lebah Putih
Acara                                    : Senam  Bersama, potong tumpeng, Performance dan penyuluhan kesehatan dengan tema "Tua oke. pikun No way" Memahami gejala demensia dan alzheimer. Dibawakan oleh Ibu Dr. Gamma sita (ahli saraf).

Yang ingin menghadiri silakan konfirmasi ke Koordinator Senior Center Salatiga : 
Muhammad Arifin    0819 04893352

Yang sudah memberikan konfirmasi  kehadiran :
1. Ibu Sinta Sulistyawati (Director HRD PT Boehringer ingelheim Jakarta) beserta team.
2. Ibu Evellyn dan keluarga ( Ashoka Indonesia)
3. Bapak Wakil Walikota Salatiga
4. Bapak/Ibu dari perwakilan paguyuban lansia Salatiga
5. Bapak/Ibu perwakilan sasana senam Lansia Salatiga
 6. Bapak /Ibu paguyuban lansia Purbaya

Kamis, 26 Mei 2011

TUA OKE,PIKUN NO WAY!

Demensia Alzheimer Si Pembunuh OtakE-mail
"Sering lupa apa yang baru saja dikatakan? pusing mencari sesuatu yang sebenarnya sudah kita bawa? kalau hal ini sering terjadi pada diri anda, waspadalah bisa jadi anda terkena gejala demensia"
Proses penuaan identik dengan penyakit dan kepikunan. Banyak orang akan segera mencari bantuan medis jika terserang salah satu dari penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskular. Namun, tidak demikian halnya jika seseorang mengalami kepikunan.
demensia adalah penyakit
Sebagian besar orang mengira bahwa demensia adalah penyakit yang hanya diderita oleh para Lansia, kenyataannya demensia dapat diderita oleh siapa saja dari semua tingkat usia dan jenis kelamin (Harvey, R. J. et al. 2003). 
Salah satu tipe demensia adalah demensia alzheimer, yaitu proses penurunan daya ingat yang sangat parah sehingga mengganggu kehidupan sosial penderitanya. Di Amerika Serikat, demensia alzheimer merupakan penyakit keempat penyebab kematian setelah penyakit jantung, kanker, dan stroke.
Penyakit alzheimer merupakan penyakit demensia tersering dan menurunkan hingga 50 persen tingkat harapan hidup penderitanya. Karena itu, sangat disayangkan jika masyarakat menganggap remeh penyakit ini.
"Meski tidak menyebabkan kematian secara langsung seperti kanker, pasien yang mengalami penurunan daya ingat bisa meninggal akibat berbagai hal, misalnya kecelakaan," ( Prof. Dr. Sidiartc Kusumoputro)
Secara teoretis, 5 persen dari populasi golongan lanjut usia berisiko terkena demensia. Demensia alzheimer ini biasanya menyerang golongan SENIOR di atas 65 tahun. Penyebabnya faktor genetik, virus, radikal bebas, dan pencemaran.
Akhir-akhir ini ditemukan gejala keterkaitan erat antara kepikunan dengan penyakit hipertensi; diabetes, hiperkolesterolemia, jantung, dan stroke. Karena itu, penyandang penyakit ini meskipun masih berusia pra SENIOR perlu mewaspadai kemungkinan munculnya gejala demensia alzheimer.
bagian-bagian otak manusia
Yang disayangkan, biasanya orang yang terkena demensia alzheimer tidak menyadari dirinya adalah penderita. Kalaupun mengetahui, tidak segera mencari bantuan medis.
"Pikun adalah penyakit, seperti alzheimer. SENIOR  normal tidak akan pikun, hanya mengalami penurunan daya ingat karena proses penuaan," 
Gejala Demensia

Hal yang menarik dari gejala penderita demensia adalah adannya perubahan kepribadian dan tingkah laku sehingga mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Penderita yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah SENIOR dengan usia enam puluh lima tahun keatas. SENIOR penderita demensia tidak memperlihatkan gejala yang menonjol pada tahap awal, mereka sebagaimana SENIOR pada umumnya mengalami proses penuaan dan degeneratif. Kejanggalan awal dirasakan oleh penderita itu sendiri, mereka sulit mengingat nama cucu mereka atau lupa meletakkan suatu barang.
Mereka sering kali menutup-nutupi hal tersebut dan meyakinkan diri sendiri bahwa itu adalah hal yang biasa pada usia mereka. Kejanggalan berikutnya mulai dirasakan oleh orang-orang terdekat yang tinggal bersama, mereka merasa khawatir terhadap penurunan daya ingat yang semakin menjadi, namun sekali lagi keluarga merasa bahwa mungkin  kelelahan dan perlu lebih banyak istirahat. Mereka belum mencurigai adanya sebuah masalah besar di balik penurunan daya ingat yang dialami oleh orang tua mereka.
beraktivitas mengurangi gejala demensia
Gejala demensia berikutnya yang muncul biasanya berupa depresi pada SENIOR, mereka menjaga jarak dengan lingkungan dan lebih sensitif. Kondisi seperti ini dapat saja diikuti oleh munculnya penyakit lain dan biasanya akan memperparah kondisi SENIOR. Pada saat ini mungkin saja SENIOR menjadi sangat ketakutan bahkan sampai berhalusinasi. Di sinilah keluarga membawa SENIOR penderita demensia ke rumah sakit di mana demensia bukanlah menjadi hal utama fokus pemeriksaan.
Seringkali demensia luput dari pemeriksaan dan tidak terkaji oleh tim kesehatan. Tidak semua tenaga kesehatan memiliki kemampuan untuk dapat mengkaji dan mengenali gejala demensia. Mengkaji dan mendiagnosa demensia bukanlah hal yang mudah dan cepat, perlu waktu yang panjang sebelum memastikan seseorang positif menderita demensia. Setidaknya ada lima jenis pemeriksaan penting yang harus dilakukan, mulai dari pengkajian latar belakang individu, pemeriksaan fisik, pengkajian syaraf, pengkajian status mental dan sebagai penunjang perlu dilakukan juga tes laboratorium.
Pada tahap lanjut demensia memunculkan perubahan tingkah laku yang semakin mengkhawatirkan, sehingga perlu sekali bagi keluarga memahami dengan baik perubahan tingkah laku yang dialami oleh Lansia penderita demensia. Pemahaman perubahan tingkah laku pada demensia dapat memunculkan sikap empati yang sangat dibutuhkan oleh para anggota keluarga yang harus dengan sabar merawat mereka. Perubahan tingkah laku (Behavioral symptom) yang dapat terjadi pada Lansia penderita demensia di antaranya adalah delusi, halusinasi, depresi, kerusakan fungsi tubuh, cemas, disorientasi spasial, ketidakmampuan melakukan tindakan yang berarti, tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri, melawan, marah, agitasi, apatis, dan kabur dari tempat tinggal (Volicer, L., Hurley, A.C., Mahoney, E. 1998).
perasaan bahagia menghilangkan semua penyakit

Demensia alzheimer sebenarnya dapat dicegah dengan menjaga pikiran tetap tenang, melakukan gerak badan teratur, dan menjalani gaya hidup sehat. Menjadi tua tidak harus dibarengi kepikunan jika kita memiliki pengetahuan tentang penyakit ini.
Tidak perlu menunggu hingga usia SENIOR  untuk mencegah penyakit agar nantinya kita dapat menjadi SENIOR yang mandiri dan tetap produktif (sept - 0511)

Selasa, 24 Mei 2011

MERASAKAN INDAHNYA BUDI DAYA ANGGREK

Peserta antusias mendengarkan penjelasan Bp Lila

Hari Ahad yang cerah, menambah semangat para senior untuk melangkahkan kaki menuju PADEPOKAN LEBAH PUTIH, yang lebih sering mereka sebut dengan GEDUNG SENIOR CENTER. Ada beberapa komunitas Ibu yang hadir pula dengan satu tujuan yaitu menuntut ilmu. Ilmu yang akan menjadi bahan diskusi kali ini adalah budidaya tanaman anggrek.

Indonesia kaya akan tanaman salah satunya adalah Anggrek, yang pengin tahu lebih banyak tentang tanaman tersebut silakan klik disini. Para Senior sangat antusias mengikuti pemaparan tentang anggrek yang disampaikan oleh Bp Lila (ahli anggrek). Mulai dari jenis-jenisnya, proses pemeliharaan sampai ke simulasi usahanya. Permintaan anggrek di negara kita ini sangat tinggi, tetapi pelakunya masih sedikit. Sehingga hal tersebut menjadi peluang yang luar biasa bagi para senior untuk beraktivitas di rumah.


Selain mendapatkan teori secara detail, para pesertapun diajak praktek mulai dari menanam dan mengembangbiakkan tanaman tersebut. Mereka berantusias untuk bisa memahami, merasakan dan membudidayakan. Bagi yang berminat membuka usaha anggrek bisa belajar di peluang usaha tanaman anggrek


ceria dan tetap semangat
Salut untuk para senior yang selalu datang tepat waktu di setiap acara, pulang membawa ilmu dan langsung mempraktekkannya di rumah masing-masing secara berkelompok. Tugas dari kami para volunteer Senior Center adalah mengunjungi secara berkala ke rumah para senior untuk melihat hasil perkembangan anggrek serta ngobrol santai dengan mereka.Pertemuan komunitas senior pecinta anggrek ini dilaksanakan sebulan sekali. Mereka bisa reriungan, diskusi bersama, bertemu teman dengan hobi yang sama. Insya Allah hal ini akan selalu menambah semangat para Senior, apalagi kalau cita-cita untuk mandiri secara ekonomi bisa terwujud dengan penanaman anggrek ini, waah nggak kebayang deh rasanya (sept-0511)

Senin, 23 Mei 2011

CARI ILMU TENTANG "SENIOR" SAMPAI KE BALI

volunteer SENIOR CENTER
Bagaikan menerima durian jatuh (#sakit dong- hehehe) itulah peribahasa yang mungkin tepat untuk menggambarkan sebuah perasaan gembira. Bagaimana tidak, baru punya impian nih ceritanya, dan sering bergumam sendiri di dalam hati, kemudian sok pede di share kan ke suami, anak-anak dan beberapa teman tentang impian yang satu ini, yaitu "15 th lagi pengin punya kegiatan bersama eyang-eyang, entah apa bentuknya" (sebenarnya sih lebih cocok persiapan untuk diri sendiri, karena saat itu kalau masih diijinkan bernafas, usia sudah mencapai 50 th). Eh buanyak teman-teman yang merespon, bahkan yang sekarang masih pada berusia 40 th an, udah pengin pada daftar "buy 1 get 2" katanya. Salah satu pihak yang merespon dengan serius adalah Ashoka Indonesia, segera menelpon dan memberikan kesempatan untuk pelatihan "TOT Understanding Elderly Care" di Denpasar Bali, yang dipandu langsung oleh Prof Ni Luh Suryani dari  Suryani Institute.

Performance para SENIOR
Para SENIOR menari kecak
Segera tancap gas dan kontak teman-teman yang selama ini sudah berkecimpung di dunia ke "senior" an atau ada potensi bisa mengembangkan di daerahnya.Karena hanya dapat jatah pengembangan untuk wilayah Jateng DIY, maka terpilihlah 15 orang volunteer yang berangkat TOT ke Bali. Banyak hal yang kami pelajari diantaranya : Bagaimana memahami kesehatan para SENIOR, mulai dari kesehatan jiwa dan fisik. Bagaimana meng create sebuah kegiatan untuk para SENIOR sampai ke self healing. Kami diajak juga beraktivitas bersama para senior di Bali yang tergabung dalam Yayasan Wredha Sejahtera (YWS). Sungguh menakjubkan melihat semangat para "SENIOR", ada pak Made yang sudah berumur 90 th tetapi tetap energik bernyanyi dan mengarransemen lagu. (Ngomong-ngomong soal lagu, di kegiatan SENIOR ini kami jadi asyiik mempelajari lagu-lagu jadul, yang ternyata kalau dinyanyikan kembali bersama para SENIOR jadi terasa indah bangeet).

Kunjungan ke Forum Fair Trade Indonesia
Selain belajar ilmu ke SENIOR an, kami juga belajar tentang FAIR TRADE bagaimana seluk beluk memassarkan handy craft dengan sistem perdagangan yang manusiawi, mulai dari proses sampai penjualan. Mau tahu lebih lanjut silakan klik disini. Acara ini dipandu oleh pak Agung Alit (terima kasih ilmunya pak Agung, salut deh dengan perjuangannya) dari Mitra Bali. Mengapa menggeluti dunia SENIOR harus memahami sistem perdagangan dan proses pembuatan handy craft segala? karena kita ingin mengajak para senior untuk bisa berkegiatan dan produktif, sehingga masih terasa berguna dan mendatangkan manfaat untuk sekitarnya. Untuk itulah para volunteer harus memahami seluk beluk tentang hal ini.

Ketika memasuki dunia SENIOR, saya berpesan kepada teman-teman "Ayo ngaspal dalan suwargo" (ayo mengaspal jalan ke surga). Buat yang masih punya Ibu Bapak, segeralah berkegiatan dengan mereka sebagai sembah bakti kita terhadap ketulusannya mendidik kita selama ini, dan buat yang sudah tidak memiliki Ibu Bapak, abdikan diri kita agar bermanfaat bagi lingkungan sekitar khususnya para senior di sekitar kita.(sept-0511)

TUA,BERGUNA,BAHAGIA,SEJAHTERA

Menjadi tua itu pasti, tetapi menjadi berguna, bahagia dan sejahtera adalah pilihan. Itulah mungkin yang mendasari munculnya SENIOR CENTER LEBAH PUTIH. Sebuah komunitas bagi para SENIOR ( sebutan bijak yang kami gunakan untuk menyebut para pinisepuh yang sudah berusia 45 th ke atas) untuk berkegiatan bersama, sharing dan diskusi tidak hanya dengan sesama senior saja melainkan bergabung juga dengan komunitas ibu-ibu, komunitas anak muda bahkan komunitas anak-anak. Sehingga terjadi sebuah lingkungan yang kondusif bagi perkembangan fisik dan psikis dari para SENIOR.

Selama ini kita lebih sering menyebut para bapak/ibu yang sudah pensiun dan para pinisepuh ini dengan sebutan LANSIA (lanjut usia) untuk mereka yang berusia 55 th ke atas dan PRA LANSIA untuk mereka yang berusia 45 th ke atas.Sebutan LANSIA ini sangat mempengaruhi psikis para pinisepuh, karena bisa berarti mereka yang sudah tidak memiliki aktivitas, sudah tidak berpenghasilan, dan hanya menunggu waktu ajal tiba saja. Pemahaman ini membuat banyak diantara para pinisepuh ini akhirnya mengalami post power syndrome, terjangkit beberapa penyakit yang sebenarnya sumbernya adalah dari tekanan psikis. Untuk itulah mari kita sepakat untuk menyapa para pinisepuh ini dengan sebutan SENIOR, yang berarti :
- Sebutan untuk para insan paripurna yang akan menjaga dan meneruskan nilai-nilai luhur.
- Sudah purna tugas yang berarti sudah bisa beraktivitas sesuai hobi dan leluasa mengatur waktu
- Beraktivitas bersama membentuk komunitas agar bisa saling menopang dan menjaga.

SENIOR CENTER LEBAH PUTIH ini berdiri di Salatiga pada pertengahan bulan February 2011 diprakarsai oleh empat anak muda yaitu Muhammad Arifin, Tri Yulianto, Siti Fatimah dan Heni Nugraheni, dipandu oleh sepasang suami istri Dodik MAriyanto dan Septi Peni Wulandani, yang selama ini selalu bergerak di bidang pendidikan dan keluarga, serta dikuatkan dengan semangat dua senior yang sudah berusia 67 th yaitu Bapak Bernard Suteja dan Ibu Musriyati.